Langsung ke konten utama

05. Everything meaningful takes time.

 

“I feel a bit pathetic, Honestly.”

“why?”

                               “kayak orang linglung aja tiap sedih ketebak karena urusan kerjaan    bukan yang lain. kesannya kayak gak bersyukur gitu udah hidup dengan nyaman bukannya bahagia.”


“Parameter bahagia memangnya apa sih?” 

—what you feel is always valid. Sedih, senang, susah. Just Because you have it easy on some aspect doesn’t mean you can’t feel unsatisfied inside. You really hardworking, kid. Kamu tau privileged dan berusaha dapat pengalaman yang bagus atas privilege itu, berusaha dapat hasil maksimal aja udah cukup. Live without regret, youth is irreversible.”

.

.

.

dari sini aku menyadari bahwa segala sesuatu benar-benar dikendalikan oleh Allah. Perlahan aku menjalani hidupku lebih tenang dan tanpa ragu untuk memulai langkah baru. karena Allah mengetahui setiap situasi dan setiap hubungan dalam hidup ini yang layak untuk diperjuangkan dan untuk dilepaskan terlebih apapun keputusan dan melibatkan Allah dalam setiap situasi InsyaAllah akan dimudahkan. 

karena setiap hal kecil yang dikendalikan oleh Allah if something goes wrong, something will go right dan jika aku sedih hari ini, lalu aku menggantungkan segala urusanku ke Allah, InsyaAllah besoknya akan lebih baik.

 

-🌙

Komentar

Postingan populer dari blog ini

be safe always. I love you and I realized you deserve so much better.  lastly, this will be my final message to you before i step into another phase of my life. sorry and thank you for everything. one day, lets meet again.. -🌙

02. Aku dan Rasa cemas.

Rasa cemas, entah untuk keberapa kalinya aku merasakan ini, bahkan saat memikirkan tulisan ini pun aku dirundung rasa cemas bahkan isi kepalaku berisik. aku bingung ingin melanjutkan tiap kata dari halaman ini. saat ini rasa cemas dan takut untuk memulai tiap hal, takut berbuat salah bahkan takut untuk memulai hari baru, aku merasakannya kembali, setelah sekian lama aku lupa atas rasa ini.. kembali ketitik lemahku. maafkan aku yang kembali tidak percaya diri atas validasi yang ada diriku. salahku yang tidak bisa kembali mengontrol overthink ku ini. melihat sosial media menjadi bandingan atas pencapaian yang selama ini telah aku dapatkan yang berbanding jauh dari apa yang telah orang lain dapatkan dan merasa sosial media tidak sehat untuk diriku atau.... memang aku saja yang tidak ada kemajuan dan berakhir iri dengan semua ini? aku capek, sedang banyak ekspetasi yang ada di kepalaku dan aku takut sikapku ini mengganggu orang orang disekitarku. bahkan sudah seminggu ini untuk bertemu dan...

03. Tentang Rasa

Tentang rasa, awal dari munculnya sebuah kagum berlanjut menjadi jatuh cinta. jujur, aku tidaklah pandai dalam menunjukan rasa dan bahkan sulit rasanya aku kembali percaya tentang arti dari jatuh cinta. Terlalu banyak bergelut dengan pikiranku seperti "apakah aku pantas kembali merasakan ini?" dan banyak lagi. Mungkin aku hanya pandai dalam menyembunyikan rasa dan mengaguminya dari jauh. Bahkan awal pertemuan kami sangat singkat dan awalnya pun tidak ada yang spesial. awalnya aku selalu menepis rasa itu dan berkata "tidak, ini tidak boleh terjadi."  dan selalu meyakinkan diriku bahwa rasa ini akan segera hilang.  Namun aku salah, aku semakin mengaguminya dan ternyata merasakan hal yang sama. Lewat sambungan telfon pada waktu dini hari, setelah bercakap yang cukup panjang, aku memberanikan diri mengungkapkan apa yang aku rasa selama ini. Walaupun aku merasa menggangu waktu tidurmu saat itu tetapi terima kasih untuk waktu yang kau berikan saat itu, terima kasih atas k...