“I
feel a bit pathetic, Honestly.”
“why?”
“kayak orang linglung aja tiap sedih ketebak karena urusan kerjaan bukan yang lain. —kesannya kayak gak bersyukur gitu udah hidup dengan nyaman bukannya bahagia.”
“Parameter bahagia memangnya apa sih?”
“—what you feel is always valid. Sedih, senang, susah. Just Because you have it easy on some aspect doesn’t mean you can’t feel unsatisfied inside. You really hardworking, kid. Kamu tau privileged dan berusaha dapat pengalaman yang bagus atas privilege itu, berusaha dapat hasil maksimal aja udah cukup. Live without regret, youth is irreversible.”
.
.
.
dari sini aku menyadari bahwa segala sesuatu benar-benar dikendalikan oleh Allah. Perlahan aku menjalani hidupku lebih tenang dan tanpa ragu untuk memulai langkah baru. karena Allah mengetahui setiap situasi dan setiap hubungan dalam hidup ini yang layak untuk diperjuangkan dan untuk dilepaskan terlebih apapun keputusan dan melibatkan Allah dalam setiap situasi InsyaAllah akan dimudahkan.
karena setiap hal kecil yang dikendalikan oleh Allah if something goes wrong, something will go right dan jika aku sedih hari ini, lalu aku menggantungkan segala urusanku ke Allah, InsyaAllah besoknya akan lebih baik.
Komentar
Posting Komentar